Misalnyaterbelahnya kelompok kelompok dalam masyarakat, timbulnya rasa dendam, rasa kebencian dan perpecahan di kalangan masyarakat. sehingga banyak bermunculan perlawanan di daerah daerah untuk mengusir penjajah. (1825 - 1930) di Jawa, Perang Padri di Sumatra Barati tahun (1803 - 1838) , Perang Pattimura (1817) Perangdiponegoro adalah perang besar yang terjadi selama 5 tahun yaitu pada tahun 1825 sampai 1830 di pulau Jawa, Hindia Belanda. Perang diponegoro juga dikenal dengan perang jawa. Perang ini salah satu pertempuran terbesar yang terjadi di Indonesia yaitu antara Belanda dan penduduk Nusantara. Pada saat itu pasukan dari Belanda dipimpin oleh PerangPadri dilatarbelakangi oleh kepulangan tiga orang Haji dari Mekkah sekitar tahun 1803, yaitu Haji Miskin, Haji Sumanik dan Haji Piobang yang ingin memperbaiki syariat Islam yang belum sempurna dijalankan oleh masyarakat Minangkabau.Mengetahui hal tersebut, Tuanku Nan Renceh sangat tertarik lalu ikut mendukung keinginan ketiga orang Haji tersebut bersama dengan ulama lain di Minangkabau Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng. Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta27 Januari 2022 0902Halo Rizqa A, kakak bantu jawab yaa Jawaban dari pertanyaan kamu adalah A, untuk lebih jelasnya simak pembahasan berikut Perlawanan rakyat Indonesia yang dilakukan untuk mengusir Belanda dari wilayahnya yang terjadi sebelum politik etis 1908 selalu mengalami kegagalan. Hal ini disebabkan perlawan rakyat pada masa tersebut hanya mengandalkan satu tokoh, selain itu pada masa itu juga hanya mengandalkan penyerangan fisik yang pasti akan dimenangkan oleh Belanda yang memiliki persenjataan lengkap dan tentara terlatih, alasan lain perlawanan ini selalu gagal adalah karena bersifat kedaerahan sehingga mudah untuk ditumpas oleh Belanda. Semoga membantu Mahasiswa/Alumni Institut Teknologi Bandung03 Juni 2022 1140Jawaban yang benar adalah tergantung pada satu pemimpin, mengandalkan kekuatan fisik, bersifat kedaerahan. Pembahasan Perlawanan rakyat Indonesia mulai banyak muncul ketika para penjajah Eropa selalu berbuat sewenang-wenang dan menindas rakyat daerah jajahan nya tersebut. Perlawanan ini terjadi di hampir seluruh wilayah Nusantara, seperti Perang Padri, Perang Diponegoro, Perang Banjar, dan sebagainya. Akan tetapi perlawanan-perlawanan tersebut gagal mengusir penjajah dari Indonesia. Berikut merupakan penyebab kegagalan perjuangan rakyat Indonesia dalam mengusir penjajah 1. Perlawanan masih bergantung terhadap satu pemimpin. 2. Masih mengandalkan kekuatan fisik. 3. Bersifat kedaerahan. Simpulan Dengan demikian, jawaban yang benar adalah tergantung pada satu pemimpin, mengandalkan kekuatan fisik, bersifat kedaerahan. Dibawah pimpinan pemerintah Hindia Belanda kondisi yang dialami bangsa Indonesia tidak lantas membaik. Disini rakyat justru menderita atas kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah kolonial dengan mementingkan begitu, banyak muncul perlawanan yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Seperti halnya perlawanan yang terjadi di daerah ini penjelasan mengenai Perang Padri mulai dari latar belakang, proses peperangan, dan akhir BelakangPerang Padri berawal dari konflik antara kaum adat dan kaum padri. Kaum adat adalah masyarakat asli Minangkabau yang memegang teguh adat dan menjalankan tradisi lama, seperti sabung ayam, mabuk-mabukan, dan kaum padri adalah kelompok ulama yang baru pulang dari Mekah dan ingin mengubah masyarakat muslim Minangkabau untuk menjalankan ajaran Islam secara perubahan yang digerakkan oleh kaum padri mendapat tentangan dari kaum adat. Dalam perkembangannya, kaum adat kemudian bekerja sama dengan terjadilah Perang Padri yang terbagi menjadi tiga periode yaitu, Fase pertama 1821-1825Fase kedua 1825-1830Fase ketiga 1830-1838Proses PeperanganPasukan Padri dalam perang pertama dipimpin oleh Tuanku Pasamah dan Tuanku Nan Renceh. Dalam perang ini, kaum Padri menang telak atas Belanda dan kaum tanggal 26 Januari 1824 Belanda mengadakan kesepakatan dengan kaum Padri untuk melakukan gencatan senjata. Akan tetapi, masa damai tersebut justru dimanfaatkan Belanda untuk mengambil kembali wilayah yang dikuasai kaum fase kedua Perang Padri terjadi bersamaan dengan Perang Diponegoro. Oleh karena itu, Belanda menunda Perang Padri dengan mengutus Sulaiman Aljufri untuk meminta agar Tuanku Imam Bonjol bersedia berdamai dengan damai antara kaum Padri dan Belanda akhirnya terlaksana melalui Perjanjian Padang yang ditanda tangani pada tanggal 15 November 1825. Berikut ini isi dari Perjanjian Padang antara kaum Padri dan mengakui kekuasaan daerah Kaum Padri yang meliputi Batusangkar, Padang Guguk Sigandang, Bukittingi, Agam, dan Saruaso, serta menjamin berjalannya sistem keagamaan di daerah Pihak sepakat untuk saling menahan diri dan tidak akan saling pihak akan saling melindungi orang yang melintas di daerah-daerah tersebut dan menjamin keamanan para melarang praktik sabung Perang Diponegoro berakhir pada tahun 1830, Belanda mengerahkan kembali pasukan ke Sumatra Barat untuk menghadapi kaum Padri. Belanda menerapkan taktik benteng stelsel untuk mempersempit ruang gerak kaum Padri. Dalam perang Padri tahap ketiga 1830-1838, kaum Adat yang merasa dirugikan oleh Belanda bergabung dengan kaum Padri. Kaum Padri dan kaum adat kemudian bergerilya melawan pasukan Peperangan Pada bulan Oktober 1837 Belanda berhasil menangkap Imam Bonjol dan mengasingkannya ke Manado. Penangkapan Imam Bonjol tersebut mengakhiri perlawanan kaum Padri di Bermanfaat!

perlawanan rakyat di berbagai daerah seperti perang padri